Sejarah Flower Crown

Sejarah Flower Crown

sejarah-flower-crown

Akhir-akhir ini sedang booming penggunaan flower crown sebagai asesoris. Banyak permintaan akan
flower crown yang aku terima dan biasa digunakan untuk keperluan photo session (prewedding).  Apa itu flower crown ? flower crown adalah mahkota yang dirangkai dari bunga, ranting dan dedaunan. Kini flower crown tidak hanya terbuat dari bunga segar, versi bunga palsu yang lebih awet dan ekonomis pun banyak diminati.
Flower crown sesungguhnya bukanlah suatu hal baru. Flower crown adalah asesoris yang terkenal di dunia dalam
berabad-abad dan memiliki arti tradisi tersendiri. Bermula dari Yunani kuno hingga saat ini, Let the
history lesson begin.

Yunani Kuno
Flower crown merupakan hal yang umum di Yunani kuno, biasa dikenakan di acara-acara khusus untuk
menghormati pada dewa dan dewi. Pada era yang sama flower crown yang terbuat dari daun wreath
juga menjadi mode, Julius Caesar salah satunya. Flower Crown jenis ini akan dianugrahkan kepada
para tentara yang memenangi perang sebagai rasa hormat.

Era Medieval Eropa
Pada masa ini flower crown bukanlah bagian dari fashion/mode. Mengapa ? Pada masa ini, flower
crown banyak digunakan di upacara keagamaan. Selain itu untuk menghormati dewa dewi maka flower
crown akan menghiasi patung dewa dewi. Disisi lain, flower crown tidak aman!

Ukranian
Flower crown yang dikenal sebagai vinok adalah bagian dari pakaian rakyat tradisional di
Ukraina. Sering kali, anak perempuan yang sudah memasuki usia untuk menikah akan memakainya.
Selama upacara pernikahan di Ukraina, karangan bunga yang terbuat dari periwinkle dan myrtle
akan dikenakan pasangan pengantin setelah upacara pernikahan. Saat ini, flower crown tradisional
Ukraina lebih sering terlihat di festival dan acara-acara khusus, termasuk pernikahan.

Tiongkok Kuno
Di Tiongkok, flower crown yang dibuat dari bunga jeruk yang sedang mekar lazim dipakai saat
pernikahan. Ketika pohon-pohon jeruk mekar dan menghasilkan buah pada saat yang sama, ini
melambangkan kesuburan dan dianggap akan memberikan keturunan.
Era Victorian
Seperti halnya gaun pengantin putih, Ratu Victoria juga membawa flower crown ke dunia mode
Eropa. Dia mengenakan karangan bunga jeruk yang tengah mekar (ide yang dipinjam dari Tiongkok)
di rambutnya kala pernikahannya dengan Pangeran Albert pada tahun 1840. Setelah itu, bunga jeruk
tersebut menjadi begitu terkait erat dengan pernikahan.

Amerika Era 60-an
Akhir 1960-an praktis identik dengan budaya flower crown dan budaya hippie menjadi andalan
aksesori fashion yang terkait dengan wujud perdamaian dan cinta, semua cita-cita dan kegerakan.
Meskipun gaya hippie adalah subkultur waktu, itu dipengaruhi mode utama, dia membawa flower
crown kembali sebagai gaya dan bagian dari pernikahan.

Saat Ini
Jadi mengapa kita begitu sangat terobsesi dengan flower crown? Selain fakta bahwa flower crown
telah menjadi simbol cinta, kesuburan dan perayaan sepanjang sejarah di seluruh dunia, mereka
begitu mudah untuk personalisasi.

Jadi apakah gadis-gadis pengiringmu mengenakan flower crown ?

Fenlie
No Comments

Leave a Comment